Title: Sincerity in Birthday Misty~! (rada ga nyambung ama cerita = =')
Author: Kazuki Rien^^ a.k.a Nakajima Rien a.k.a Kamenashi Rien XD
casts: Yamada Ryosuke, Nakajima Yuto, Inoo Kei and OC (Na Yuki a.k.a Anastasia Ervina dan Kazuki rien)
Genre: Romance-angst
Rating: PG
disclaimer: Yuto ama inoo punya saya!*plaak!*
Summary: si yuki ultah, tapi ia mendapatkan kejutan yang luar biasa di hari ulang tahunnya itu. *bad summary=,=* pas kahir cerita disaranin denger lagu GazettE yg pledge yah^^
''aku benci orang yang bernama Yamada Ryosuke!!!!!!!daikiraaaiii!!'' gadis itu berteriak sekencang-kencangnya berharap rasa sakit hatinya itu bisa sedikit terobati.
''heee??vchan?doushita no? Yamada ryosuke wa dare?'' tanya gadis yang lain pada temannya itu.
''rien??kenapa kamu ada di sini?''tanya gadis yang dipanggil vchan itu dengan nada terkejut.
''lho? Bukannya kamu yang mengajakku ke sini?'' kata rien heran.
''ouh, begitu ya..'' jawab gadis itu sekenanya.
''aneh....''
Na Yuki, ya namanya gadis kecil itu. Tubuhnya memang kecil, tapi sebenarnya Ia adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas negeri di Tokyo, Tokyo University. Gadis itu kerap dipanggil dengan nama vchan oleh teman-teman dekatnya. Ntah darimana asalnya nama itu. Tak terkecuali rien, kazuki rien yang merupakan teman sejak mereka masih duduk di bangku SMA. Dan mereka bertemu lagi di satu universitas yang sama.
Hari ini, yuki terlihat sangat kesal. Ntah apa yang membuatnya kesal. Tapi sepertinya seseorang yang bernama Yamada Ryosuke itu menjadi penyebabnya.
''vchan..kau belum menjawab pertanyaanku tadi..''kata rien sambil
mengejarnya.
mengejarnya.
''pertanyaanmu yang mana?''tanya yuki dengan sedikit bingung. Ia benar-benar lupa dengan pertanyaan temannya itu.
''hmm...tentang yamada ryosuke. Dia itu siapa?'' tanya rien dengan polos.
yuki tersentak mendengar nama itu.
''ah~sudah jam 1! Aku harus kembali ke kelas. pasti dosennya sudah masuk.'' yuki berjalan terburu-buru menuju kelasnya.
''chotto matte!'' teriak rien.
''a..ada apa lagi?'' tanya yuki namun tetap terus berjalan.
''bukannya kamu tidak ada kuliah lagi jam segini?''
Yuki menghentikan langkahnya. Wajahnya seketika pucat seperti seorang pencuri yang tertangkap basah.
''eh..?e..itu..a.....''
''sudahlah! Ada apa sih dengan orang yang bernama Yamada itu sampai-sampai kamu bersikap aneh seperti ini?'' Tanya rien dengan kesal.
“betsuni! Aku buru-buru rien! Jaa ne~!” Yuki meninggalkan rien yang hanya bisa terdiam bingung dengan sikap temannya akhir-akhir ini.
“ada apa ya? Tapi…Yamada..Ryosuke? sepertinya….”
“fiuuh~ untung saja aku bisa kabur dari rien. Bisa ribet urusannya kalau rien tahu,” batin Yuki.
Yuki terus berjalan dengan cepat, takut Rien akan mengejarnya. Semakin cepat ia berjalan mendekati berlari sepertinya dan…
Yuki terus berjalan dengan cepat, takut Rien akan mengejarnya. Semakin cepat ia berjalan mendekati berlari sepertinya dan…
“BRUK!!” Yuki menabrak seseorang.
Yuki menabrak seorang anak laki-laki yang kira-kira seumuran dengannya dan tubuhnya juga tidak terlalu tinggi untuk ukuran umurnya.
“Mampus!! Yabai! Gimana nih? Tidak seharusnya ini terjadi! Kami-sama! Tasuketee~!!” teriak Yuki dalam hati. Namun, yang ditabrak tidak menunjukkan ekspresi apapun. Tidak seperti orang-orang pada umumnya yang tentu saja akan marah. Apalagi baju pria tersebut basah akibat tumpahan air yang dibawa olehnya sendiri yang tadi tersenggol oleh Yuki.
“eh? Kenapa dia tidak memarahiku??” Yuki yang masih tertunduk tak berani melihat orang yang ditabraknya itu heran. Namun, pada akhirnya Yuki memberanikan dirinya untuk menatap orang itu dan meminta maaf.
“Ano..su..sumimasen,” kata Yuki dengan terbata-bata. Yuki dengan jelas menatap pemuda itu. Ia kenal betul dengan sosok yang ada di hadapannya saat ini. Ya, orang sangat ia benci, ah lebih tepatnya yang sangat ia sukai selama ini, yaitu Yamada Ryosuke. Ntah apa sebenarnya yang membuat Yuki membenci orang yang sangat ia sukai?
Lagi-lagi Yamada tak memberikan ekspresi apapun. Dan tak lama kemudian ia pergi meninggalkan Yuki.
“ini yang aku benci dari dia! Kenapa ia tak pernah berbicara padaku? Padahal biasanya ia sering sekali bercanda dengan teman-temannya? Aneh!!” pikir Yuki dalam hati.
“Yamada-senpai! Chotto matte kudasai?” Yuki mencoba mengejar Yamada yang belum jauh berlalu darinya. Yang dikejarpun menoleh ke arah Yuki dengan wajah yang menunjukkan pertanyaan “ada apa”.
“Hontou ni gomenansai! Aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu tadi. Sekali lagi aku minta maaf. Oh ya, ini!” Yuki menyerahkan sebuah sapu tangan kepada Yamada.
Yamada mengambil sapu tangan itu dan pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Dasar tak tau terima kasih!!”
==
“Tadaimaaaa~!!” Yuki tiba di rumahnya dengan lemas.
“Okaeri~!”
“hwuaaaa!! Rien? Kenapa kamu ada di sini?” Tanya Yuki pada Rien yang menjawab salamnya tadi.
“ada yang ingin aku bicarakan,” jawab Rien.
“hmm..tentang Yuto?”
“bukaan~! Kenapa Yuto? Kasian dia kalau kita bicarakan terus tiap hari,”kata Rien sambil menggerakkan tangannya.
“terus apa?” Tanya Yuki penasaran.
“Yamada Ryosuke……”
Belum selesai Rien berbicara, Yuki sudah memotongnya.
“Jangan bicarakan ia lagi! Tolong Rien!”
“Ada apa sih? Kamu ini aneh vchan. Apa kamu jatuh cinta padanya?”
“…….”Yuki hanya diam.
“Benarkan dugaanku! Hahahahaha!” Rien tertawa bangga karena tahu apa yang disembunyikan oleh temannya itu.
“Jadi itu maksudmu datang ke rumahku?”
“Iya!”
“Dasar Rien! Sudah pulang sana” Yuki akhirnya kesal dan tanpa basa-basi mengusir temannya itu.
“Baik..baik..aku akan pulang, tapi sebelumnya aku ingin memberikanmu ini,” Rien memberikan sebuah kotak yang ntah apa isinya itu pada Yuki.
“Kore wa nandesuka?” Tanya Yuki bingung.
“Itu hadiah untukmu!”
“Tapi ulang tahunku kan minggu depan,” kata Yuki.
“Aku tak bisa memberikannya minggu depan. Malam ini aku akan berangkat ke Amerika,”
“he? Kenapa kamu tidak bilang?”
“kan aku sudah bilang sekarang,”
“ah!maksudku kenapa mendadak sekali?”
“sudahlah, yang penting aku sudah berpamitan denganmu. Lagian aku tidak pindah. Hanya sampai Pamanku sembuh saja,” jelas Rien.
“Hati-hati ya! Salam untuk keluargamu di sana!”
“Hai! Jaga Yuto ya,” kata Rien dengan malu-malu.
“Tapi, nggak janji lho kalau Yuto disentuh ama cewek lain,” kali ini balas Yuki yang membuat Rien kesal.
“Vchan! Kalau itu terjadi, aku tak segan-segan mencubitmu!” Rien kesal dan benar-benar mencubit pipi Yuki.
“Itaaaaaaaai~!!”
==
Yuki PoV
Hari ini benar-benar menyebalkan! Kenapa tadi harus ada kejadian seperti tadi siang? Uh!
Yamada Ryosuke! Kau sudah membuat pikiranku kacau! Kenapa aku harus menyukai orang sepertimu??
Kesal! Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah kotak yang diberikan Rien tadi siang sebelum ia pergi. “Kira-kira apa ya isinya?”
Karena penasaran, akhirnya aku buka kado itu. Rien! Kenapa susah sekali membuka kado dari mu? Berapa lama sih ia membungkus kado seperti ini? Berapa meter kertas kado yang ia gunakan untuk membungkus ini?
Akhirnya selesai juga membuka bungkus kado ini, walaupun dengan bersusah payah. Fiuh~
Kucoba membuka kotak itu pelan-pelan, namun tiba-tiba dari dalam kotak itu memancarkan cahaya yang menyilaukan.
“apa ini?”
Tak lama kemudian, dari kotak yang sekarang aku pegang ini keluar sesosok pria berbaju putih dengan sebuah tongkat di tangannya.
“Kaa…kau…siapa?” tanyaku takut-takut pada orang- eh makhluk itu.
“jangan takut padaku. Aku adalah seorang peri! Inoo Kei desu~!” jawabnya dengan senyuman yang ntah kenapa membuat aku deg-degan.
“ta…ta..tapi..bukankah peri..itu..peri itu biasanya….”
“Perempuan?” Tanya peri itu memotong perkataanku.
“i..iya..”jawab ku gugup. Aku masih takut dengan sosok peri laki-laki cantik ini.
“sudahlah! Jangan permasalahkan itu! Tapi aku harus berterima kasih padamu!” kata peri itu bahagia.
“untuk apa?” aku bingung.
“karena kau satu-satunya yang mengatakan aku ini laki-laki!” jelas sang peri.
-GUBRAK!!?-
“lalu?” Tanya ku yang masih bingung dengan peri ini.
“ceritanya panjang! Tak akan selesai kalau aku menceritakannya padamu. Dan terima kasih juga sudah mengeluarkan aku dari kotak itu. Bisa sesak nafas kalau lama-lama aku di dalam kotak itu,”
“sama-sama,” jawabku malas.
“ah! Kau boleh meminta apapun dariku! Pasti akan aku kabulkan!” kata peri cantik itu.*plaak!*
“hmm…?” apa benar peri ini akan mengabulkan permintaanku?
“jangan banyak mikir! Cepat katakan sebelum pagi!” perintah peri itu lagi.
“baiklah! Aku ingin ia menyukaiku juga!” eh? Apa yang tadi aku katakan? Ah!!!
“oke! Tapi ada syaratnya!” kata sang peri dengan senyum yang kali ini tidak semanis yang tadi melainkan lebih sinis.
“he? Ada syaratnya? Kalau begitu tidak jadi saja!” kataku.
“ouuh~tidak bisa nona kecil! Permintaanmu sudah terekam di sini dan tak bisa dihapus,” lagi-lagi peri itu tersenyum sinis.
Menyebalkan sekali peri ini! Huh!
“yasudah! Cepat katakan apa syaratnya?”
“mudah saja,”
“iya! Cepat katakan! Kalau tidak, aku masukkin lagi nih peri ke dalam kotak!” kataku yang semakin kesal dengan peri ini.
“tulus.…”
“eh??maksudnya apa peri??” aku sungguh tidak mengerti apa yang dikatakan peri itu.
“pecahkan sendiri,” kata sang peri sebelum ia menghilang dari pandanganku.
“heei! Peri jelek!! Jelaskan dulu sebelum kau pergi!!” teriakku, tapi tak berarti karena sang peri telah hilang.
Apa yang harus aku lakukan? Ah!. Aku mau tidur dan melupakan semuanya~
++
Hoaam~! Tumben sekali aku mengantuk pagi ini. Padahal tadi malam aku tidak tidur larut malam.
“Vchan!” seseorang menepuk pundakku dan aku kenal sekali suaranya.
“ada apa Yuto-kun?” Tanyaku malas pada pacar temanku yang juga tetanggaku ini.
“malam ini di rumah ada acara, jadi kau datang ya,” jawabnya.
“Acara apa?”
“ada temanku mau datang ke rumah dan aku memintamu untuk membantu ibuku,”
“hmm…kalau untuk membantu ibumu, aku mau,” jawabku.
“Arigatou! Kau memang tetanggaku yang paling baik!”
==
“nak Yuki, tolong bibi bawakan minuman ini ke depan ya,” perintah ibunya yuto padaku.
“Baik bi,” walaupun sebenarnya aku malas, tapi tidak tega juga melihat bibi bekerja sendirian seperti ini. Biasanya kalau ada Rien, pasti dia yang ikut membantu bibi di sini.
Akupun membawakan minuman-minuman itu sesuai perintah bibi. Tapi, betapa terkejutnya saat aku melihat orang itu.
Yamada-senpai?
“Vchan~! Tolong bawa minuman itu kesini,” yuto memintaku untuk membawakan air ini ke tempatnya yang juga tempat Yamada.
“hai! Ini minumannya,” aku memberikan minuman itu pada Yamada tanpa berani mentap wajahnya.
“ano, aku tidak membawa sapu tanganmu,”
-DEG!- bagaikan disambar petir saja hatiku ini waktu mendengar ia bicara.
“eh? Kalian sudah saling kenal?” Tanya Yuto pada kami.
“em…i..iya…” jawabku terbata-bata.
“hai! Dia kouhai-ku di kampus,” Yamada menyambung jawabanku.
“souka…padahal aku berniat memperkenalkanmu dengannya,” kata Yuto.
Ada apa ya? Kenapa hari ini Yamada-senpai ramah sekali? Biasanya ia selalu dingin.aneh sekali. Tapi aku senang bisa melihatnya seperti in. Yamada-senpai yang ceria.
“Vchan! Jangan melamun! Ayo kita makan!” Yuto membuyarkan lamunanku.
“hai! Duluan saja!” kataku.
“tidak bisa! Ayo vchan~! Kita makan sama-sama!” Yuto menyeretku ke meja makan yang sudah ada Yamada-senpai duduk dengan tenang di sana.
“Itadakimasu!” kata kami bersamaan.
“Umai~! Makanannya enak sekali ya,” puji Yamada. Ternyata ia bisa memuji ya.
“ini yang masak Vchan lho, yama-chan,” yuto senyum-senyum padaku. Dan sepertinya wajahku memerah.
“souka? Benar-benar enak masakan ini!” puji Yamada lagi. Dan itu membuat wajahku panas. Aku ingin kabur rasanya!!
“beruntung sekali ya yang bisa menjadi suaminya nanti, pasti tiap hari makan enak,” kata Yamada-senpai sambil tersenyum padaku.
Ya Tuhaaan!!! Apa ini? Beda sekali dengan Yamada-senpai yang selama ini aku kenal! Ternyata salah jika selama ini aku membencinya.
Vchan..wajahmu merah,” kata Yuto.
“He?”
“hahahahahaahaha~!” keduanya pun menertawaiku.
==
Author’s PoV
“apanya yang sukses?” Tanya Yuki pada Rien lewat telepon.
“pertemuanmu dengan Yamada tadi malam?” kata Rien sambil menggoda.
“Jadi, ini rencanamu dan Yuto?” Tanya Yuki lagi.
“hm…” Rien hanya bergumam.
“Dasar Rien!!! Awas ya!” Yuki geram dan mematikan ponselnya.
“Nona kecil, tidak boleh ngomel pagi-pagi lho!”
“eh?suara siapa itu?” Tanya Yuki kebingungan.
“ini aku..”
“hee?Peri? kenapa ada di sini?”
“hmm..tidak boleh ya? Padahal ada yang ingin aku bicarakan padamu. Yasudah aku pergi saja,” sang peri pergi tapi ditahan oleh Yuki.
“Mudah sekali kau ngambek peri? Nggak asyik banget ya?” kata Yuki.
“hahahaha..aku bercanda nona kecil. Lagipula aku mau memberi kabar yang sangat penting!” kata sang peri.
“Apa itu?”
“siap-siap saja mengorbankan hatimu. Kau akan tahu nanti. Dan..kalau kau butuh aku, tinggal panggil saja,” kata sang peri menjelaskan dan pergi meninggalkan Yuki.
“heee?? Maksudnya apa? Dasar Peri jelek! Selalu membuat orang penasaran saja!” lagi-lagi Yuki dibuat kesal oleh Peri itu.
“Koq pagi-pagi udah ngomel?” Tanya seseorang pada Yuki.
“he? Yamada-senpai?”
“ah! Aku hanya ingin mengembalikan ini saja,” kata Yamada sambil memberikan sapu tangan berwarna merah muda itu pada Yuki.
“ouh..”
“Arigatou!” Ucap Yamada.
“do..douita,” jawab Yuki gugup.
“oh ya, sebelumnya aku minta maaf atas kelakuanku selama ini padamu,”
“eh? Senpai tidak perlu minta maaf padaku. Senpai tidak ada salah apa-apa koq,” Yuki bingung sekali dengan sikap orang yang ada di sampingnya itu. Berbeda sekali dengan beberapa hari yang lalu. Apa ini karena Peri itu?
“ada ataupun tak ada, aku minta maaf,” kata Yamada lagi dan kini air mukanya berubah.
“ano..senpai..daijoubu ka?”Tanya Yuki yang sejak tadi melihat perubahan wajah Yamada.
“he? Daijoubu desu yo~!” jawab Yamada dan kini wajahnya menjadi sedikit lebih ceria dibanding yang tadi.
“Yokatta ne~!” kata Yuki merasa lega.
“Kamu sudah sarapan?”Tanya Yamada berbasa-basi.
“sudah,” jawab Yuki singkat.
“ouh.. padahal aku mau mengajakmu sarapan,” kata Yamada dengan sedikit agak kecewa.
“nee~ senpai belum sarapan ya? Kalau begitu aku temenin deh!”
“Yang bener?”
“un,” Yuki mengangguk.
“Kasihan dia………”
==
“Hm, aku dengar lusa kau ulang tahun ya?” Tanya Yamada.
“eh? Darimana senpai tahu?” Yuki balik bertanya.
“Dari Yuto,” jawab Yamada dengan tersenyum.
“Yuto ya…” kata Yuki malas. Ia malas sekali dengan tetangganya itu. “Mulutnya ember sekali. Pasti dia sudah bercerita banyak tentangku pada Yamada senpai,” batin Yuki.
“Aku ingin sekali hadir di pesta ulang tahunmu,” kata Yamada.
“Tapi, aku tidak mengundang senpai. Hahahaha,”
“ouh, begitu ya? Aku tak akan menegurmu lagi,”
“yah senpai…”
“hahahahaha~!” kali ini Yamada yang tertawa sambil mengacak-acak rambut Yuki.
“Mencintaimu seperti itu aku tak butuh lagi Yamada-senpai, yang penting adalah aku bisa berada di sisimu,” batin Yuki.
“bersenang-senanglah untuk terakhir kalinya.—“
==
April 6, 2011 -09.00pm-
“Vchan! Ayo ikut aku!” Yuto menarik tangan Yuki.
“Doushita no Yuto-kun?” Yuki pun penasaran dengan tingkah laku tetangganya itu.
“sudah! Ikut saja!” kata Yuto.
Yuki terkejut ketika tahu ternyata Yuto membawanya ke rumah sakit.
“kenapa kau membawaku ke sini?” Yuki semakin penasaran.
“Yama-chan di dalam,” Yuto menunjuk sebuah ruangan Gawat Darurat di rumah sakit itu.
“Maksudmu apa? Aku belum mengerti!” Yuki mencoba menahan air matanya dan mencoba untuk berpikir positif.
“yama-chan… ia..” Yuto
“ada apa? Cepat katakan!” Yuki mengguncang-guncangkan tubuh yuto.
“Yama-chan kritis dia terserang jantung!” Yuto yang tak kuat menahan air matanya akhirnya menangis.
Yuki tertunduk lemas. Baru saja ia merasakan bahagia bersama Yamada, namun ia harus dihadapkan pada kenyataan ini.
“Apa ini yang dimaksud oleh peri jelek itu?? Peri!!” teriak Yuki tak peduli dengan orang-orang sekitarnya.
“Aku sudah di sini dari tadi nona kecil,” kata sang peri.
“Tolong aku peri! Tolong! Aku tahu kau bukan Tuhan yang bisa menyembukan seseorang! Tapi kumohon beri aku kesempatan untuk berbicara lagi padanya! Tolong aku! Kumohon!” pinta Yuki.
“Baiklah, ini permintaan terakhirmu dan juga pertemuan terakhir kita. Sebelum aku mengabulkan permintaanmu yang terakhir ini, ingat selalu syarat yang ku berikan padamu. Dan.. selamat ulang tahun!” Sang peri pun menghilang dari hadapan Yuki.
“Perii~!!! Arigatou!” ucap Yuki dengan masih bercucuran air mata.
“Vchan, Yama-chan sudah sadar,” kata Yuto.
“Hontou ni?” Tanya Yuki tak percaya.
“un! Dan Yama-chan ingin bertemu denganmu,” kata Yuto lagi.
Yuki pun masuk ke ruangan di mana Yamada berada.
Yamada menyanyikan sebuah lagu, walaupun terdengar samar-samar tapi sepertinya Yuki mengerti apa yang dinyanyikannya.
Mou nakanai utai yo
---jangan menangis lagi.. bernyanyilah!---
Itsuka sugisaru kisetsu no you ni
---segalanya terlewati, seperti perubahan musim---
Kawari yuku futari ga ite, kanashimi ni tachi domaru yoru ga kite mo
---kita berdua akan segera berpisah dengan kesedihan, juga malam yang berkabut---
Wasurenai de owaru koto wa nai
---jangan lupa hal yang tak akan berakhir---
Futari yume no naka
---kita berdua berada dalam mimpi---
---jangan menangis lagi.. bernyanyilah!---
Itsuka sugisaru kisetsu no you ni
---segalanya terlewati, seperti perubahan musim---
Kawari yuku futari ga ite, kanashimi ni tachi domaru yoru ga kite mo
---kita berdua akan segera berpisah dengan kesedihan, juga malam yang berkabut---
Wasurenai de owaru koto wa nai
---jangan lupa hal yang tak akan berakhir---
Futari yume no naka
---kita berdua berada dalam mimpi---
(The GazettE- Pledge)
“Yamada-senpai? Kau sedang bernyanyi?” Tanya Yuki.
“iya. Aku suka sekali lagu ini. Hahaha..oh ya, panggil aku yama saja,” ucapnya.
“hai! Yama-chan,” Yuki menunduk tak ingin menampakkan wajah sedihnya.
“kau menangis?” Tanya Yamada.
“Tidak,” cepat-cepat Yuki menghapus air matanya.
“Sudah jam 11.45! sebentar lagi kau ulang tahun!” kata Yamada bersemangat.
“aku berharap bisa mengucapkan selamat ulang tahun padamu nanti,” tambah Yamada.
Yuki hanya bisa terdiam.
“Hei~! Mengapa diam saja? Aku dikacangin ih,”kata Yamada sedikit kesal.
“Gomen ne sen- ah Yama-chan,” kata Yuki akhirnya buka suara.
“sudah, jangan menangis lagi!” kata Yama sambil mengelus-elus kepala Yuki.
Tiba-tiba Yuki merasakan tangan Yamada berhenti mengelus kepalanya.
“Yama-chan..Yama-chan!! Bangun!” teriak Yuki dan terdengar oleh Dokter yang memang dari tadi sudah berjaga-jaga di luar untuk hal-hal yang tak diinginkan.
Yuki hanya bisa merasakan sakit di hatinya. Ia tidak ingin orang yang sangat ia sayangi itu pergi sekarang.
Dokter keluar dari ruangan tersebut.
“Bagaimana dok?” Tanya Yuto.
“Ia sudah melewati masa kritisnya, tapi keadaannya masih sangat lemah,” kata dokter menjelaskan.
“boleh kami masuk?” Tanya Yuto lagi.
“Ouh, silahkan. Tapi segera beritahu jika terjadi apa-apa,” kata Dokter.
“hai! Arigatou!”
Keduanya pun segera masuk ke ruangan tersebut.
“Yuki… Otanjoubi Omedetou~!” Yamada mengucapkan ucapan selamat ulang tahun kepada Yuki dengan suara yang kecil bahkan hampir tak terdengar.
Yuki menangis dan menghampiri Yamada. “Arigatou,” tangis Yuki pecah.
“akhirnya aku bisa mengucapkannya padamu,” Yamada tersenyum walaupun sebenarnya ia sedang merasakan sakit yang luar biasa.
“…” Yuki hanya bisa mengangguk.
“Sudah ku bilang jangan menangis! Aku tidak akan tenang jika kau menangis. Ayo senyum,” pinta Yamada pada Yuki.
Yuki mencoba untuk tersenyum walaupun akhirnya ia kembali menangis.
Yuto hanya bisa berdiri di depan pintu. Sebenarnya ia tidak tega melihat ini semua. Kalau bisa, ia ingin pergi sekarang.
“Apa kau ikhlas kalau aku pergi?” Tanya Yamada dengan tiba-tiba.
“tulus…..” Yuki teringat kata-kata sang peri. Ia terus mencoba mengikhlaskan semua ini walaupun pada akhirnya Orang yang ia sukai ini akan pergi untuk selamanya.
“i…iya..”
“Aku menyukaimu!” kata Yamada.
Yuki terdiam. Ia baru saja mendengar sebuah kalimat yang selama ini ia nantikan.
“a..aku..juga..” jawab Yuki.
“arigat..ooo”
Tak berapa lama kemudian, Yamada tak sadarkan diri dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Sayounara wa koko ni oite aruki dasou
---selamat tinggal dari sini aku mulai berjalan meninggalkanmu---
Mou nidoto miushinau koto wa nai
---tak akan kehilangan jejak lagi untuk yang kedua kalinya---
Futari ai wo tashikame au you ni
---seakan saling memastikan kepastian cinta kita berdua---
Kanashimi o mite kita kara, ashita futari kiete shimatte mo
---karena melihat kesedihan, esok hari kita berdua menghilang, berakhir lagi---
Mou nakanai utai yo
---jangan menangis lagi.. bernyanyilah!---
Itsuka sugisaru kisetsu no you ni
---segalanya terlewati, seperti perubahan musim---
Kawari yuku futari ga ite, kanashimi ni tachi domaru yoru ga kite mo
---kita berdua akan segera berpisah dengan kesedihan, juga malam yang berkabut---
Wasurenai de owaru koto wa nai
---jangan lupa hal yang tak akan berakhir---
Futari yume no naka
---kita berdua berada dalam mimpi---
---selamat tinggal dari sini aku mulai berjalan meninggalkanmu---
Mou nidoto miushinau koto wa nai
---tak akan kehilangan jejak lagi untuk yang kedua kalinya---
Futari ai wo tashikame au you ni
---seakan saling memastikan kepastian cinta kita berdua---
Kanashimi o mite kita kara, ashita futari kiete shimatte mo
---karena melihat kesedihan, esok hari kita berdua menghilang, berakhir lagi---
Mou nakanai utai yo
---jangan menangis lagi.. bernyanyilah!---
Itsuka sugisaru kisetsu no you ni
---segalanya terlewati, seperti perubahan musim---
Kawari yuku futari ga ite, kanashimi ni tachi domaru yoru ga kite mo
---kita berdua akan segera berpisah dengan kesedihan, juga malam yang berkabut---
Wasurenai de owaru koto wa nai
---jangan lupa hal yang tak akan berakhir---
Futari yume no naka
---kita berdua berada dalam mimpi---
“yang penting, kau mengerti apa itu keikhlasan,”
GAJE!! UJUNGNYA GAJE BANGET!!><
ceritanya juga ngalur idul!=,=
Gomen kalo ga sesuai harapan ya~!
haa! terakhir saya dan suami-suami saya mengucapkan:
OTANJOUBI OMEDETOU BUAT VINA ^o^
Wish you all the best~
Kiky, arigatouuu >_<
BalasHapusMalam ini vina nggak sengaja nemu nih fanfic pas ngubek-ngubek google dan jadi nostalgia deh :'D
Benar-benar makasih nih udah pernah dibikinin cerita yang keren gini (lucu iya, sedih juga iya)... Pokoknya kasi jempol deh buat nih ff! ^^